Aku merindukan masa itu, terlebih saat hujan deras saat kau dirumahku, masih ditemani 2 cangkir coklat panas yang sedari tadi belum juga habis terseruput oleh kita. Kau rangkul aku dengan penuh kasih sayang, api unggun yang menyala membuatku lebih nyaman berada di dekapanmu membuat aku tersadar kau mulai mendekati hidung dan mengecup bibirku, tak ku sangka namun ragu untuk memastikan bahwa itu benar nyata, atau jangan-jangan aku hanya sedang tertidur dan menikmati mimpi, tapi ternyata tidak. Aku menutup mata dan kau pun melakukan hal yang sama. Entah apa yang ku rasakan selama 2 menit terakhir, yang pasti aku sangat bahagia dan nyaman. I feel so shy.. hahahaha but it's real! yap, itu nyata! ah benarkah? aku masih tak percaya momen itu bukanlah mimpiku. Aku merasa rona bahagiaku muncul dengan pipiku yang berubah menjadi merah muda. So sweet, right? Saat hujan, dia menciumku? oh God! I love this moment! ini yang pertama kali untukku. Thanks God..
Aku
rasa waktu telah berhenti saat kita berada dalam jarak yang sangat
dekat. Hujan pun reda dan orang yang aku sebut dia 'Bee' itu pun pulang
bersama mobil miliknya dan meninggalkan kecupan hangat di keningku. Baru
ini aku merasa begitu hangat dan bahagia. Yap! Begitu membahagiakan.
1 bulan berlalu...
Aku tak mendapati lagi kabarnya hari ini sejak 30 hari yang lalu ia memberiku kehangatan.
Aku
terus menunggu.. seminggu pun berlalu, waktu begitu cepat! hingga aku
tersadar Bee yang mempunyai nama asli Bryan itu tak memberi aku sepucuk
kabar pun. Aku gelisah.. sampai 3 hari kemudian, aku mendapati 1 buah
email masuk:
From : Bryanlee@email.com
Subject : Sorry..
Aku rasa kita harus putus. Aku harap kamu bisa lupain aku, Kay. Aku sayang kamu..
Aku
kaku seketika, mematung, diam, lalu tiba-tiba air mata telah menguasai
pipiku. Lalu aku tersadar, aku merasa kehilangan. Mengapa ia lakukan
ini? hah! setelah sekitar 10 hari dia tidak memberi kabar dan sekarang
ia memutuskan hubungan yang sudah 2 tahun lebih kami rajut dan sudah aku
bumbui dengan kasih sayang dan perhatian? haaa! berengsek! aku geram
dalam hati. Marah, sedih, kecewa, dan perasaan kesal lainnya bercampur
jadi satu. Rasanya ingin marah tidak bisa ku lakukan lagi. Lalu apa arti
kecupan sebulan yang lalu? Aku dapati aku berkutat sibuk dengan mimpi
kami dulu, dia menjadi suamiku, lalu kami mempunyai anak yang beretnis
seperti aku yang blasteran Indonesia-Belanda atau ia yang blasteran
Jerman-Cina yang tinggal di Indonesia sejak kecil. ah, bodoh tolol
dungu!!!! aku memarahi diriku sendiri. Murka oleh keidiotanku sendiri
yang mau saja menerima rayuan dia selama ini. Lalu tanpa tinggal diam,
aku mengirim pesan singkat atas kekesalanku sekitar 34 sms dan sekitar
12 email yang sudah ku kirim yang isinya pertanyaan mengapa, tumpahan
kesedihan, dan kemarahan. Tapi.. tak ada satu jawabanpun. Aku
meneleponnya, tak pernah ia angkat. Lalu aku merasa sangat pusing di
kepala dan memutuskan untuk tidur berharap aku bisa melupakan masalah
yang rumit ini.
***
Dan
sekarang, di musim dingin ini bersama hujan dan coklat panas yang
terakhir bulan lalu bersama Bee.. aku rindu masa itu. Lalu dalam
lamunanku aku mendengar suara getaran yang cukup keras dari handphoneku.
Satu panggilan dari Bee's mom. Aku mengangkatnya, dan ternyata ibu
Bryan mengajakku bertemu di Chocolate Cafe yang tak terlalu jauh dari
komplek rumahku, tempat biasa aku berkencan dengan Bee karena kesukaan
kami yang sama yaitu cokelat. Aku mengiyakan lalu bergegas dan lengsung
meluncur. Setelah sampai aku melihat wajah wanita setengah baya yang
familiar aku lihat ya.. ia adalah mamanya Bee. Aku segera menghampirinya
lalu kami berbincang mulai dari hubungan aku yang kandas di tengah
jalan bersama Bee panjang lebar sekitar hampir 2 jam, lalu ia pamit
pulang dan memberi amplop berwarna cokelat titipan Bryan kepadaku. Lalu
aku terlihat sangat bingung dan mama Bee langsung pulang meninggalkanku
dengan wajah yang tak pernah kulihat selama ini. Wajahnya murung seperti
terdapat kesedihan yang mendalam dimatanya, memang sejak tadi aku agak
aneh melihatnya, ia pucat dan terlihat sangat tersiksa saat tersenyum
dan tertawa bersamaku (read: tersenyum&tertawa terpaksa).
Aku
sampai dirumah, tak sabar aku ingin membaca surat itu. Aku membuka
dengan hati yang tak menentu dan pensaran. Entah apa yang aku rasakan,
dan ternyata isinya:
Dear, Kaysha
Aku tahu mungkin sekarang kamu bingung, apa maksud aku menulis surat ini untukmu. Mungkin saat baca surat ini, aku udah gaada lagi disini. Aku cuma mau bilang maafin aku, Kay. Aku ga bilang ke kamu kalau sebenarnya, aku nyembunyiin penyakit ini ke kamu.. Kanker Darah. Aku udah ga tahan merasakan sakitnya yang luar biasa menyiksa. Udah stadium terakhir. Dan sekarang aku udah di penghujung mautku, Kay. Maafin aku kalau selama ini aku gabisa ngasih kebahagiaan untuk kamu. Yang perlu kamu tahu, kalau aku sayang dan cinta kamu lebih dari apapun. Makasih selama 2 tahun lebih ini kamu buat rasa sakit karena kanker ini berkurang. Aku mutusin kamu, karena aku ga mau kamu nangis ngeliat aku menderita sama penyakit yang aku alamin. Semoga cinta kita ga sampe di dunia ini aja, semoga di dunia yang akan aku tempatin nanti juga ya, Kay. Aku rindu musim dingin tahun lalu, saat hujan kamu begitu manis saat menutup mata yang mendapati aku mengecup bibirmu. Temui nisanku, di TPU Cempaka. Jangan nangis. Aku mohon kamu bahagia.. Tetaplah menjadi cokelat yang disukai semua orang. Love you!
Your Love, Bryan
Aku
menangis tersedu-sedu. Tak ambil waktu lama, aku menancapkan gas
mobilku, menuju TPU Cempaka. Kulihat nisan yang masih baru ku perkirakan
mungkin baru satu minggu yang lalu. Kulihat nisannya yang berada di
pojok sebelah kanan beruliskan nama Bryan di nisan tersebut. Aku
menciumnya dengan pipiku yang masih basah dan meluapkan semuanya disana,
diatas kuburan Bee. Aku merasa sangat menyesal dan sangat sedih.
Tuhan.. aku ingin bisa memutar ulang waktu!
0 comments:
Post a Comment