Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts

Dec 12, 2013

Awan, Pelangi dan Hujan


Hari ini Ibu meracau dengan seisi rumah lagi. Seakan tembok, koleksi piring tua dalam lemari-lemari kecil disetiap sudut rumah miliknya, kursi dari kayu jati, dan semua isi rumah ini harus tahu apa yang dia rasakan.
“Oh, dia adalah Drama King untuk memilih masa lalunya dibanding aku.”
Tidak, Ibu tidak gila. Separuh jiwanya hanya belum bisa menerima perpisahan itu. Bahkan setiap detak jantungnya selalu memanggil nama Ayah untuk kembali, jika bisa.

Dec 1, 2013

29/11/13 PENGUMUMAN:")

Moshi-moshi guys!<3 HAVEN'T SEEN YOU FOR SUCH A LOOOOOOOOOOOOOOOOOONG TIMEEEEEEEE:(:(:( I MISS YOU, my beloved visitors!:(
aku lagi seneng banget, btw. hehehehe jadi ceritanya itu, pas 14 november kemarin aku ikut lomba cerpen, terus karena pengumumannya agak lama, aku udah agak lupa dan tau-tau dapet mention yang begini pas jumat malem tanggal 29:

Sep 26, 2013

Sweater Merah Jambu

Kevin jalan terburu-buru dengan wajah pucat. Dia menunduk dan mulutnya komat-kamit mengucap doa agar tidak dipalak hari ini. Keringat dinginnya mengucur. Hari ini dia memang membawa duit lebih untuk pergi ke toko buku dan membeli beberapa edisi terbaru komik one piece kesukaannya.
Dia sampai di halte bus dan semuanya baik-baik saja. Kevin bersyukur dalam hati. Rombongan Dino CS tidak memergokinya hari ini, mungkin karena sudah dapat ‘mangsa’ yang berdompet tebal. Keringat dingin yang menjalar ke suluruh tubuhnya sudah agak mongering setelah setengah jam dia tidak mendapati wajah Dino CS nongol dengan tiba-tiba seperti biasanya.
Iseng, Kevin menyapu pandangan di sekitar halte bus. Melihat pemandangan setenang ini jarang dia lakukan, karena biasanya dia selalu menunduk sehabis menjadi ‘mangsa’ Dino CS. Tetapi, hari ini entah apa yang membuatnya melakukan hal itu, hingga dia serius sekali menatap semua yang bisa terlihat matanya.
Daya magis dari arah tempat les musik milik yayasan sekolahnya yang berada tidak terlalu jauh dari halte bus yang sedang Kevin singgahi mampu membuat Kevin terdiam sangat lama.

Aug 12, 2013

unknown

Claire menghempaskan tubuhnya yang terasa lelah di atas bed cover yang dingin karena terkena AC dan empuk. Sembari mendinginkan tubuhnya yang berkeringat, ia memijat-mijat kepalanya yang terasa pusing dan berat, seperti ada beban ribuan ton yang menimpanya. Tetapi, ini bukan beban sungguhan seberat ribuan ton, melainkan masalah yang entah bagaimana bisa terjadi karena ulahnya. Masalah besar yang ditimbulkannya hingga tidur adalah satu-satunya cara sementara untuk mem-pause­-kan beban berat dalam pikirannya tersebut.

Sedangkan di bagian dunia yang lain, Amarel sedang merutuki dirinya sendiri karena telah berkata bodoh. Dia sendiri tidak tahu dari bagian otak mana kata-kata itu dia dapatkan, hingga dia bisa mengucapkan kalimat-kalimat yang telah membuat seorang gadis yang didambakannya menjadi sedih atau malah sudah stress.
Dan di ruang lingkup yang berbeda,

Bintang

Arisa membenarkan posisi kepalanya yang menyumput di balik Pupu yang hanya pasrah dijadikan bantal. Arisa tidak peduli lagi gaun merah mudanya kucel karena tidur-tiduran tidak karuan. Pupu membiarkan majikannya itu menggeliat-liat seperti tubuhnya yang entah sudah bagaimana mengulet di kasur luas nan empuk itu, tidak risih sama sekali dijadikan tumpuan kepala Arisa yang terasa seberat sejuta ton. Arisa terbangun sedetik setelah pintu kamarnya di buka secara buru-buru olehtentu saja orang paling menyebalkan di rumah iniLily.

“Masih menunggu?”

Jun 29, 2013

Di Jantung Malam—karya Kahlil Gibran

Ella tersadar di jantung malam dan pancaran matanya nanar menatap sesuatu yang tidak kelihatan pada langit-langit kamarnya. Ia mendengar sebuah alunan suara yang lebih memberikan ketenangan kepada jiwanya daripada bisikan-bisikan Kehidupan. Suara itu juga terdengar lebih sendu daripada isakan keluh ngarai nan dalam. Juga jauh lebih lembut daripada gemerisik sayap-sayap putih. Dan jauh lebih dalam dari pada amukan derai ombak di lautan.
Suara itu bergetar oleh suatu asa dan kesia-siaan. Kebahagiaan juga kepedihan. Penuh dengan kasih kepada kehidupan tetapi diiringi dengan matanya yang menarik nafas panjang. Lantas ia mendesah. Dan berujar, “Sang Surya telah mencapai tepian ngarai nan jauh di sana. Diri kita harus segera pergi kea rah sang mentari guna menyongsongnya.” Bibirnya agak ternganga. Layaknya sebuah luka yang terbuka di dalam dasar hatinya. Dan penderitaan yang bergema di sekitarnya.

Dari Balik Jendela

Aluna memejamkan matanya. Tenggelam dalam lukanya yang kembali terbuka. Sedangkan, dia sendiri tidak tahu bahwa ada sepasang mata yang mengawasinya dengan sangat prihatin. Sesekali Aluna sesak karena tangisnya dalam kesunyian gerimis sendu yang dia tahan agar tidak bersuara. Dan sesekali pula sepasang mata yang mengawasinya tersebut menahan diri untuk memeluk Aluna, agar Aluna menghentikan tangisnya. Karena, Aluna tidak sama sekali menyadari bahwa sepasang mata tersebut sudah mengawasinya sejak pertama mereka tidak sengaja bertemu. Dan.. jatuh cinta.

***

Aluna menahan tawa saat salah satu teman baiknya dihukum oleh salah satu guru ketika ketahuan mengintip laboratorium kimia yang Aluna tahu bahwa ada salah satu diantara murid disana disukai oleh teman baiknya—Nina—yang sedang dihukum lari jongkok mengelilingi lapangan sekolah.

May 9, 2013

New project by Wisnu Suaka P.


JEJAK LANGKAH POCONG
‘Zaman Sekarang Nggak Ada Pocong Lompat’



Bel Bethoven berbunyi 3 kali, menandakan akhir pelajaran hari itu. Pocong, itu sebutan  gue dari teman-teman. Katanya, karana tata rambut di bagian poni gue agak compang sih, tapi itu sama sekali nggak membuat gue selaku pemuda yang agak songong gak pede.

#FlashFictionBersambung Perempuan Dalam Mimpi Eps. 2


Lalu, aku mencoba berpikir kembali, mengobrak-abrik memori otakku dan terus mencari ingatan yang sepertinya telah hilang.
Aku terbengong beberapa saat, hingga waiter mengagetkanku dengan sebuah bill di tangannya. Aku lantas membayar dan pergi dari tempat itu, meninggalkan segala pikiran meracauku yang entah sudah sampai mana kucoba pikirkan. Tidak tunggu lama, aku langsung menuju parkiran menjemput mobilku untuk pulang.

Apr 30, 2013

Violetta


Seorang wanita yang mereka juluki ‘gila’ karena tingkah lakunya yang selalu tidak wajar. Dia akan selalu lari setiap sabtu malam mengelilingi lapangan bola selama 8 kali dan akan pulang setiap pukul 20.30. Cekungan pada matanya begitu hitam dan selalu terlihat seperti sehabis menangis. Ritual seperti itu sudah berlangsung hampir selama 8 bulan lamanya. Orang tuanya yang sudah mencoba melakukan segala macam cara pasrah menerima anaknya yang seperti tidak memiliki dunia itu.

Apr 3, 2013

Tournesol


TOURNESOL

Dengan peluh, mencari-cari

Mana yang paling bersinar

Masih menunggu nama

Nama yang menggetarkan batin

Mendesirkan darah

Merapuhkan benteng perbatasan duniaku dengan dunia mereka

Mar 25, 2013

Seharusnya


06/12
Kau terlihat resah. Perasaanmu seakan gelisah. Gerak tubuhmu kian tidak enak. Sementara pikiranmu, sudah ngalor-ngidul berpikir entah sudah sampai mana. Matamu menerawang, sambil melamun. Hatimu tidak tenang. Ada perasaan aneh yang menggelitik hatimu. Aku risih melihatmu seperti itu. Tentu saja ini mengganggumu. Susunan-susunan kayu ini ber-duk-duk saat sepatu hakmu menghantamnya. Entah sudah berapa kali kau berbalik-balik arah, mondar-mandir.

MILAnthropus Paleojavanicus


Napas gue tersengal-sengal, terlalu lelah karena nggak pake siklus yang benar. Gue ngerapiin baju yang nggak karuan lagi bentuknya, hampir kelihatan lusuh dengan tambahan keringet yang ngalir di sekujur tubuh. Gue nahan napas. Menarik napas berat beberapa kali, untuk ngilangin gugup. Mungkin ini rasanya jadi orang asing.
“Permisi..” kata gue seadanya.
Seluruh pasang mata mengalih ke gue, gue tambah gugup. Dengan napas yang diburu, gue ngelangkah masuk dengan gerogi. Kepala gue juga nunduk.

Mar 5, 2013

Mawar: 15


“Bagaimana kau bisa yakin, bukankah dia sudah memiliki pacar? Jangan bermimpi Alena!” ujarnya.
“Tentu saja karena hati kecilku berkata seperti itu,” kataku tak mau kalah.
Hening. Suasana berubah menjadi sunyi. Yang ada hanya helaan napas kami yang berat dan panjang. Kami hampir selalu seperti ini. Bertengkar dalam hal apapun.
Sekarang sosok itu memandangiku, mengaku kalah dengan tatapan dinginnya.
***

Nada resah itu terdengar semakin lelah sekarang. Dia sudah menghabiskan waktunya hampir 3 jam di dalam perpustakaan pengap ini, namun dia tidak berhenti berusaha.

Feb 28, 2013

#CeritaCintaKota


Kenapa gue kasih judul #CeritaCintaKota? Karena ini cerpen yang gue ikut-sertakan lomba #CCK yang diselenggarakan oleh PlotPoint bersama @dwitasaridwita. Tapi, gue kalah. Hehehe, tapi gue gak terlalu kecewa sih, karena cerpen ini juga gue buat pas detik-detik date line-_- hahaha. Jadi, selamat menikmati guys! Semoga suka._.

Feb 25, 2013

Kanindy

            “Dek?” ibuku membangunkan tidur panjangku, “Udah baikan?” katanya lagi.
            Aku mengangguk lemah.
            “Mangkanya, mbok ya jangan suka main hujan gitu lho..” ujarnya pernuh perhatian sambil menyuapi sendok ke-5 bubur yang sedari tadi kupaksakan untuk kutelan.
            Beberapa saat kemudian hanya ada hening yang diiringi dentingan sendok dan mangkuk buburku yang beradu merdu dalam kamarku. Ibuku sibuk mengaduk-ngaduk buburku yang sebenarnya sudah teraduk karena tidak tahu apa yang harus dibicarakan.

Feb 16, 2013

Prajurit Alvaro


            Suatu hari, hiduplah peri-peri yang hidup dalam kerajaan Laraverna. Mereka hidup dengan damai dan saling menolong. Kerajaan ini memiliki Raja dan Ratu bernama Evan dan Theresa, mereka memiliki 2 anak.
            Kisah ini dimulai ketika hilangnya selembar kertas dalam buku berjudul Laraverna yang berisi rahasia-rahasia milik kerajaan karena dicuri oleh peri di pedesaan Kenari.

Jan 21, 2013

Hujan


            Aku menepi di sebuah halte bus. Hujan, lagi.
            Aroma hujan kali ini benar-benar pilu. Suaranya kian lirih. Membiarkan siapa saja ikut merintih dalam tetesan-tetesannya.
            Aku mencoba tidak kesal, dengan menikmati hamparan kesenduan yang Tuhan berikan lewat hujan. Aku meresapi rasanya. Nyaman. Disapu angin, udara dingin, dan air yang secara ajaib membuat suasana menjadi kelabu dengan tiba-tiba.

Jan 6, 2013

: )

          Aku melihat bayangan seorang wanita dalam cermin kamarku. Rambutnya panjang tergerai. Pakaiannya yang ia pakai adalah pakaian rumah biasa. Alisnya menyatu hitam pekat dan tebal. Hidungnya panjang dan tinggi (mancung). Wajahnya campuran antara Belanda dan Arab. Bibirnya merah. Dan dagunya agak panjang. Ada bulu-bulu halus yang tumbuh disekitar bawah hidungnya, diatas bibirnya; kumis tipis yang untung saja tidak terlalu terlihat dari jarak yang jauh. Kulitnya sawo matang. Dan matanya, cokelat terang. Sekilas, memang terlihat sempurna. Kakinya mulus. Badannya tegap dan jenjang pula. Ada rona merah muda dikedua pipinya ketika ia merasa malu. Wajahnya memang baby face. Namun.. bukankah di dunia ini tidak ada yang sempurna?

Dec 31, 2012

Vanilla


            Matahari pagi menari-nari dalam mataku, memancarkan sinarnya. Aku menyipitkan mata. Gorden ungu di kamarku telah terbuka setengah bagian. Matahari terik yang sangat baik di pagi hari minggu pagi kali ini seakan-akan mengajakku untuk lari pagi. Membakar lemak-lemak yang mengendap di tubuh ini. Lalu, dengan semangat yang tinggi aku bersiap untuk sekedar lari berkeliling kompleks rumahku.
Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts

Dec 12, 2013

Awan, Pelangi dan Hujan


Hari ini Ibu meracau dengan seisi rumah lagi. Seakan tembok, koleksi piring tua dalam lemari-lemari kecil disetiap sudut rumah miliknya, kursi dari kayu jati, dan semua isi rumah ini harus tahu apa yang dia rasakan.
“Oh, dia adalah Drama King untuk memilih masa lalunya dibanding aku.”
Tidak, Ibu tidak gila. Separuh jiwanya hanya belum bisa menerima perpisahan itu. Bahkan setiap detak jantungnya selalu memanggil nama Ayah untuk kembali, jika bisa.

Dec 1, 2013

29/11/13 PENGUMUMAN:")

Moshi-moshi guys!<3 HAVEN'T SEEN YOU FOR SUCH A LOOOOOOOOOOOOOOOOOONG TIMEEEEEEEE:(:(:( I MISS YOU, my beloved visitors!:(
aku lagi seneng banget, btw. hehehehe jadi ceritanya itu, pas 14 november kemarin aku ikut lomba cerpen, terus karena pengumumannya agak lama, aku udah agak lupa dan tau-tau dapet mention yang begini pas jumat malem tanggal 29:

Sep 26, 2013

Sweater Merah Jambu

Kevin jalan terburu-buru dengan wajah pucat. Dia menunduk dan mulutnya komat-kamit mengucap doa agar tidak dipalak hari ini. Keringat dinginnya mengucur. Hari ini dia memang membawa duit lebih untuk pergi ke toko buku dan membeli beberapa edisi terbaru komik one piece kesukaannya.
Dia sampai di halte bus dan semuanya baik-baik saja. Kevin bersyukur dalam hati. Rombongan Dino CS tidak memergokinya hari ini, mungkin karena sudah dapat ‘mangsa’ yang berdompet tebal. Keringat dingin yang menjalar ke suluruh tubuhnya sudah agak mongering setelah setengah jam dia tidak mendapati wajah Dino CS nongol dengan tiba-tiba seperti biasanya.
Iseng, Kevin menyapu pandangan di sekitar halte bus. Melihat pemandangan setenang ini jarang dia lakukan, karena biasanya dia selalu menunduk sehabis menjadi ‘mangsa’ Dino CS. Tetapi, hari ini entah apa yang membuatnya melakukan hal itu, hingga dia serius sekali menatap semua yang bisa terlihat matanya.
Daya magis dari arah tempat les musik milik yayasan sekolahnya yang berada tidak terlalu jauh dari halte bus yang sedang Kevin singgahi mampu membuat Kevin terdiam sangat lama.

Aug 12, 2013

unknown

Claire menghempaskan tubuhnya yang terasa lelah di atas bed cover yang dingin karena terkena AC dan empuk. Sembari mendinginkan tubuhnya yang berkeringat, ia memijat-mijat kepalanya yang terasa pusing dan berat, seperti ada beban ribuan ton yang menimpanya. Tetapi, ini bukan beban sungguhan seberat ribuan ton, melainkan masalah yang entah bagaimana bisa terjadi karena ulahnya. Masalah besar yang ditimbulkannya hingga tidur adalah satu-satunya cara sementara untuk mem-pause­-kan beban berat dalam pikirannya tersebut.

Sedangkan di bagian dunia yang lain, Amarel sedang merutuki dirinya sendiri karena telah berkata bodoh. Dia sendiri tidak tahu dari bagian otak mana kata-kata itu dia dapatkan, hingga dia bisa mengucapkan kalimat-kalimat yang telah membuat seorang gadis yang didambakannya menjadi sedih atau malah sudah stress.
Dan di ruang lingkup yang berbeda,

Bintang

Arisa membenarkan posisi kepalanya yang menyumput di balik Pupu yang hanya pasrah dijadikan bantal. Arisa tidak peduli lagi gaun merah mudanya kucel karena tidur-tiduran tidak karuan. Pupu membiarkan majikannya itu menggeliat-liat seperti tubuhnya yang entah sudah bagaimana mengulet di kasur luas nan empuk itu, tidak risih sama sekali dijadikan tumpuan kepala Arisa yang terasa seberat sejuta ton. Arisa terbangun sedetik setelah pintu kamarnya di buka secara buru-buru olehtentu saja orang paling menyebalkan di rumah iniLily.

“Masih menunggu?”

Jun 29, 2013

Di Jantung Malam—karya Kahlil Gibran

Ella tersadar di jantung malam dan pancaran matanya nanar menatap sesuatu yang tidak kelihatan pada langit-langit kamarnya. Ia mendengar sebuah alunan suara yang lebih memberikan ketenangan kepada jiwanya daripada bisikan-bisikan Kehidupan. Suara itu juga terdengar lebih sendu daripada isakan keluh ngarai nan dalam. Juga jauh lebih lembut daripada gemerisik sayap-sayap putih. Dan jauh lebih dalam dari pada amukan derai ombak di lautan.
Suara itu bergetar oleh suatu asa dan kesia-siaan. Kebahagiaan juga kepedihan. Penuh dengan kasih kepada kehidupan tetapi diiringi dengan matanya yang menarik nafas panjang. Lantas ia mendesah. Dan berujar, “Sang Surya telah mencapai tepian ngarai nan jauh di sana. Diri kita harus segera pergi kea rah sang mentari guna menyongsongnya.” Bibirnya agak ternganga. Layaknya sebuah luka yang terbuka di dalam dasar hatinya. Dan penderitaan yang bergema di sekitarnya.

Dari Balik Jendela

Aluna memejamkan matanya. Tenggelam dalam lukanya yang kembali terbuka. Sedangkan, dia sendiri tidak tahu bahwa ada sepasang mata yang mengawasinya dengan sangat prihatin. Sesekali Aluna sesak karena tangisnya dalam kesunyian gerimis sendu yang dia tahan agar tidak bersuara. Dan sesekali pula sepasang mata yang mengawasinya tersebut menahan diri untuk memeluk Aluna, agar Aluna menghentikan tangisnya. Karena, Aluna tidak sama sekali menyadari bahwa sepasang mata tersebut sudah mengawasinya sejak pertama mereka tidak sengaja bertemu. Dan.. jatuh cinta.

***

Aluna menahan tawa saat salah satu teman baiknya dihukum oleh salah satu guru ketika ketahuan mengintip laboratorium kimia yang Aluna tahu bahwa ada salah satu diantara murid disana disukai oleh teman baiknya—Nina—yang sedang dihukum lari jongkok mengelilingi lapangan sekolah.

May 9, 2013

New project by Wisnu Suaka P.


JEJAK LANGKAH POCONG
‘Zaman Sekarang Nggak Ada Pocong Lompat’



Bel Bethoven berbunyi 3 kali, menandakan akhir pelajaran hari itu. Pocong, itu sebutan  gue dari teman-teman. Katanya, karana tata rambut di bagian poni gue agak compang sih, tapi itu sama sekali nggak membuat gue selaku pemuda yang agak songong gak pede.

#FlashFictionBersambung Perempuan Dalam Mimpi Eps. 2


Lalu, aku mencoba berpikir kembali, mengobrak-abrik memori otakku dan terus mencari ingatan yang sepertinya telah hilang.
Aku terbengong beberapa saat, hingga waiter mengagetkanku dengan sebuah bill di tangannya. Aku lantas membayar dan pergi dari tempat itu, meninggalkan segala pikiran meracauku yang entah sudah sampai mana kucoba pikirkan. Tidak tunggu lama, aku langsung menuju parkiran menjemput mobilku untuk pulang.

Apr 30, 2013

Violetta


Seorang wanita yang mereka juluki ‘gila’ karena tingkah lakunya yang selalu tidak wajar. Dia akan selalu lari setiap sabtu malam mengelilingi lapangan bola selama 8 kali dan akan pulang setiap pukul 20.30. Cekungan pada matanya begitu hitam dan selalu terlihat seperti sehabis menangis. Ritual seperti itu sudah berlangsung hampir selama 8 bulan lamanya. Orang tuanya yang sudah mencoba melakukan segala macam cara pasrah menerima anaknya yang seperti tidak memiliki dunia itu.

Apr 3, 2013

Tournesol


TOURNESOL

Dengan peluh, mencari-cari

Mana yang paling bersinar

Masih menunggu nama

Nama yang menggetarkan batin

Mendesirkan darah

Merapuhkan benteng perbatasan duniaku dengan dunia mereka

Mar 25, 2013

Seharusnya


06/12
Kau terlihat resah. Perasaanmu seakan gelisah. Gerak tubuhmu kian tidak enak. Sementara pikiranmu, sudah ngalor-ngidul berpikir entah sudah sampai mana. Matamu menerawang, sambil melamun. Hatimu tidak tenang. Ada perasaan aneh yang menggelitik hatimu. Aku risih melihatmu seperti itu. Tentu saja ini mengganggumu. Susunan-susunan kayu ini ber-duk-duk saat sepatu hakmu menghantamnya. Entah sudah berapa kali kau berbalik-balik arah, mondar-mandir.

MILAnthropus Paleojavanicus


Napas gue tersengal-sengal, terlalu lelah karena nggak pake siklus yang benar. Gue ngerapiin baju yang nggak karuan lagi bentuknya, hampir kelihatan lusuh dengan tambahan keringet yang ngalir di sekujur tubuh. Gue nahan napas. Menarik napas berat beberapa kali, untuk ngilangin gugup. Mungkin ini rasanya jadi orang asing.
“Permisi..” kata gue seadanya.
Seluruh pasang mata mengalih ke gue, gue tambah gugup. Dengan napas yang diburu, gue ngelangkah masuk dengan gerogi. Kepala gue juga nunduk.

Mar 5, 2013

Mawar: 15


“Bagaimana kau bisa yakin, bukankah dia sudah memiliki pacar? Jangan bermimpi Alena!” ujarnya.
“Tentu saja karena hati kecilku berkata seperti itu,” kataku tak mau kalah.
Hening. Suasana berubah menjadi sunyi. Yang ada hanya helaan napas kami yang berat dan panjang. Kami hampir selalu seperti ini. Bertengkar dalam hal apapun.
Sekarang sosok itu memandangiku, mengaku kalah dengan tatapan dinginnya.
***

Nada resah itu terdengar semakin lelah sekarang. Dia sudah menghabiskan waktunya hampir 3 jam di dalam perpustakaan pengap ini, namun dia tidak berhenti berusaha.

Feb 28, 2013

#CeritaCintaKota


Kenapa gue kasih judul #CeritaCintaKota? Karena ini cerpen yang gue ikut-sertakan lomba #CCK yang diselenggarakan oleh PlotPoint bersama @dwitasaridwita. Tapi, gue kalah. Hehehe, tapi gue gak terlalu kecewa sih, karena cerpen ini juga gue buat pas detik-detik date line-_- hahaha. Jadi, selamat menikmati guys! Semoga suka._.

Feb 25, 2013

Kanindy

            “Dek?” ibuku membangunkan tidur panjangku, “Udah baikan?” katanya lagi.
            Aku mengangguk lemah.
            “Mangkanya, mbok ya jangan suka main hujan gitu lho..” ujarnya pernuh perhatian sambil menyuapi sendok ke-5 bubur yang sedari tadi kupaksakan untuk kutelan.
            Beberapa saat kemudian hanya ada hening yang diiringi dentingan sendok dan mangkuk buburku yang beradu merdu dalam kamarku. Ibuku sibuk mengaduk-ngaduk buburku yang sebenarnya sudah teraduk karena tidak tahu apa yang harus dibicarakan.

Feb 16, 2013

Prajurit Alvaro


            Suatu hari, hiduplah peri-peri yang hidup dalam kerajaan Laraverna. Mereka hidup dengan damai dan saling menolong. Kerajaan ini memiliki Raja dan Ratu bernama Evan dan Theresa, mereka memiliki 2 anak.
            Kisah ini dimulai ketika hilangnya selembar kertas dalam buku berjudul Laraverna yang berisi rahasia-rahasia milik kerajaan karena dicuri oleh peri di pedesaan Kenari.

Jan 21, 2013

Hujan


            Aku menepi di sebuah halte bus. Hujan, lagi.
            Aroma hujan kali ini benar-benar pilu. Suaranya kian lirih. Membiarkan siapa saja ikut merintih dalam tetesan-tetesannya.
            Aku mencoba tidak kesal, dengan menikmati hamparan kesenduan yang Tuhan berikan lewat hujan. Aku meresapi rasanya. Nyaman. Disapu angin, udara dingin, dan air yang secara ajaib membuat suasana menjadi kelabu dengan tiba-tiba.

Jan 6, 2013

: )

          Aku melihat bayangan seorang wanita dalam cermin kamarku. Rambutnya panjang tergerai. Pakaiannya yang ia pakai adalah pakaian rumah biasa. Alisnya menyatu hitam pekat dan tebal. Hidungnya panjang dan tinggi (mancung). Wajahnya campuran antara Belanda dan Arab. Bibirnya merah. Dan dagunya agak panjang. Ada bulu-bulu halus yang tumbuh disekitar bawah hidungnya, diatas bibirnya; kumis tipis yang untung saja tidak terlalu terlihat dari jarak yang jauh. Kulitnya sawo matang. Dan matanya, cokelat terang. Sekilas, memang terlihat sempurna. Kakinya mulus. Badannya tegap dan jenjang pula. Ada rona merah muda dikedua pipinya ketika ia merasa malu. Wajahnya memang baby face. Namun.. bukankah di dunia ini tidak ada yang sempurna?

Dec 31, 2012

Vanilla


            Matahari pagi menari-nari dalam mataku, memancarkan sinarnya. Aku menyipitkan mata. Gorden ungu di kamarku telah terbuka setengah bagian. Matahari terik yang sangat baik di pagi hari minggu pagi kali ini seakan-akan mengajakku untuk lari pagi. Membakar lemak-lemak yang mengendap di tubuh ini. Lalu, dengan semangat yang tinggi aku bersiap untuk sekedar lari berkeliling kompleks rumahku.
 

/ˈfeəriˌteɪl/ Template by Ipietoon Cute Blog Design